Bukittinggi — Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Beny Yusrial, S.IP., M.M., menggelar reses masa sidang II Tahun 2025/2026 di halaman Kantor Lurah Belakang Balok, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), Kamis (30/04/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Camat ABTB Hendra Eka Putra, perwakilan SKPD, serta masyarakat dari berbagai kelurahan di wilayah itu. Reses ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan langsung berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi sehari-hari.
Camat ABTB Hendra Eka Putra dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan reses merupakan momentum penting untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung.

“Kami sangat berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, sehingga dapat dicarikan solusi bersama, ” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Beny Yusrial, menegaskan komitmennya untuk menampung seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat.
“Mudah-mudahan semua aspirasi yang disampaikan hari ini bisa kita tampung dan kita perjuangkan untuk dibahas di DPRD Kota Bukittinggi, ” kata Beny.
Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan berbagai keluhan, terutama terkait ketersediaan air bersih dan potensi bencana.
Rina, warga RT 01 RW 06 Kelurahan Birugo, mengeluhkan sulitnya akses air bersih yang kerap terjadi di lingkungannya.
“Air sering susah, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari sangat terganggu, ” ungkapnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Endang, warga Sapiran. Ia mengaku pasokan air di wilayahnya sering mati hingga beberapa hari.
“Kadang sampai lima hari air tidak mengalir. Kami terpaksa menggunakan air hujan untuk mandi, ” ujarnya.
Selain itu, Rio, warga RT 01 RW 02 Kelurahan Belakang Balok, menyoroti potensi bencana di kawasan tempat tinggalnya yang berada di sekitar pinggiran ngarai.
“Wilayah kami cukup rawan bencana. Kami berharap adanya dukungan berupa pelatihan serta peralatan penanggulangan bencana agar masyarakat lebih siap jika terjadi musibah, ” katanya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Beny Yusrial menyatakan akan segera berkoordinasi dengan pihak kecamatan serta instansi terkait.
“Kita akan diskusikan bersama camat dan SKPD terkait, termasuk menindaklanjuti persoalan air bersih dan kebutuhan penanganan bencana. Ini akan menjadi perhatian serius untuk dicarikan solusi, ” tegasnya.
Reses berlangsung interaktif dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, sebagai bentuk harapan agar berbagai persoalan yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
(Lindafang)
